search

Welcome

Senin, 02 April 2012

Apakah Karya Ilmiah Itu ??

A. Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah serangkaian kegiatan penulisan yang didasarkan pada pengkajian atau penelitian ilmiah yang ditulis secara sistematis menggunakan bahasa prinsip-prinsip ilmiah. Atau ada juga yang menyatakan bahwa karya tulis ilmiah adalah karya tulis yang disusun berdasarkan kriteria ilmiah.

Dari definisi di atas, dapat dilihat bahwa karya tulis sebenarnya adalah laporan dari sebuah pengkajian, baik dalam arti penelitian maupun gagasan-gagasan koseptual dari hasil telaahan. Laporan ini akan mengambil bentuk yang berbeda-beda, ketika ditulis. Biasanya hal ini terkait dengan kepentingan dari laporan itu sendiri. Oleh karena itu, karya ilmiah bisa dilihat dalam beberapa bentuk: 1) makalah, yaitu karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah disertai analisis logis dan objektif, biasanya dirancang untuk kepentingan seminar, 2) artikel, yakni karya tulis yang dirancang untuk kepentingan penerbitan jurnal, 3) skripsi, tesis dan disertasi, yaitu karya tulis ilmiah yang dijadikan sebagai persyaratan akhir untuk memperoleh gelar kesarjanaan.

B. Ciri karya Ilmiah

Sebuah karya ilmiah mesti menunjukan ciri-ciri keilmiahan, baik dari sifatnya, maupun dari segi bahasanya. Dari segi sifatnya, karya ilmiah mestilah memenuhi unsur-unsur: 1) logis, dalam pengertian disimpulkan dengan kaedah berfikir yang sehat, 2) objektif, dalam pengertian bahwa kegiatan penulisan karya ilmiah itu didasari dan disertai dengan data dan fakta, bersifat informatif dan deskriptif serta bebas dari kepentingan subjektif, 3) empiris, dalam pengertian karya tersebut berbicara dalam wilayah pengalaman manusia, dan 4) sistematis, dalam pengertian bahwa karya tulis itu ditulis dengan sifat kronologis.

Demikian pula dari sisi bahasa yang digunakan mesti pula bahasa ilmiah, yakni perpaduan antara ragam bahasa tulis dan bahasa ilmiah. Bahasa tulis tentu berbeda dengan bahasa lisan, oleh karena itu, pada ragam bahasa tulis terdapat ciri: 1)pemilihan kosa kata secara cermat, 2) struktur kalimat yang lengkap, dan 3) paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu serta kronologis. Sedangkan ragam bahasa ilmiah bercirikan: 1)cendikia dalam membentuk pernyataan, 3)lugas, 4) formal, dan 5) bertolak dari gagasan, yakni penonjolan diarahkan pada gagasan bukan pada penulis.

Karya tulis ilmiah sebagian berasal dari penelitian, artinya karya ilmiah merupakan laporan dari sebuah penelitian. Tetapi, banyak pula karya ilmiah tidak berasal dari penelitian, tetapi berupa gagasan-gaasan konseptual atau hasil telaahan.

C. Persyaratan Karya Ilmiah

Dari berbagai macam bentuk karya ilmiah, karya ilmiah memiliki persyaratan khusus. Persyaratan karya ilmiah adalah:

a.Karya ilmiah menyajikan fakta objektif secara sistematis atau menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi spesifik.

b.Karya ilmiah ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur dan tidak bersifat terkaan. Dalam pengertian jujur terkandung sikap etik penulis ilmiah yakni mencantukan rujukan dan kutipan yang jelas.

c.Karya ilmiah disusun secara sistematis setiap langkah direncanakan secara terkendali, konseptual dan prosedural.

d.Karya ilmiah menyajikan rangkaian sebab-akibat dengan pemahaman dan alasan yang indusif yang mendorong pembaca untuk menarik kesimpulan.

e.Karya ilmiah mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis

f.Karya ilmiah hanya mengandung kebenaran faktual sehingga tidak akan memancing pertanyaan yang bernada keraguan. Penulis karya ilmiah tidak boleh memanipulasi fakta, serta tidak bersifat ambisius dan berprasangka, penyajian tidak boleh bersifat emotif.

Berdasarkan uraian di atas, maka dalam menulis karya ilmiah memerlukan persiapan yang dapat dibantu dengan menyusun kerangka tulisan. Di samping itu, karya tulis ilmiah harus menaati format yang berlaku.

C. Contoh Karya Ilmiah

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Telah kita ketahui bersama bahwa perkembangan teknologi dewasa ini sedemikian pesatnya, tidak terkecuali dengan perkebangan teknologi komputer. Bahkan dapat dikatakan bahwa semua aspek kehidupan dewasa ini menggunakan teknologi komputer. Mulai dari kota-kota besar sampai ke pelosok-pelosok pedesaan, mulai dari perusahaan-perusahaan besar hingga perusahaan-perusahaan kecil. Satu hal yang sangat populer dewasa ini di dunia kerja adalah apa yang dinamakan dengan Sistem Komputerisasi, yang telah banyak diterapkan hampir di semua bidang usaha. Dengan adanya Sistem Komputerisasi ini sangat membantu perusahaan dalam menangani semua transaksi yang terjadi dari segi Efisiensi,efektivitas, waktu, biaya, dan lain sebagainya.

Di dalam perusahaan terkadang terjadi kesulitan untuk mengetahui berapa jumlah penjualan terhadap barang yang laku terjual, terlebih lagi jika permintaan terhadap barang tersebut sangat banyak. Sehingga pemilik perusahaan akan mengalami kesulitan dalam melakukan pencatatan semua proses transaksi yang dilakukan secara manual. Belum lagi jika terdapat retur barang yang mengakibatkan proses transaksi menjadi terhambat, akibat proses pengecekan terhadap barang dilakukan secara manual.

Objek penelitian penulis dalam penulisan ilmiah ini penulis ambil dari salah satu referensi buku mengenai aplikasi penjualan. Dengan perkataan lain perusahaan yang akan penulis tuangkan dalam penulisan ilmiah ini tidak betul-betul ada. Penulis juga telah mengamati dan mempelajari aplikasi penjualan yang sudah ada pada buku tersebut dimana kondisi yang ada masih kurang begitu efektif dan efisien pada beberapa aplikasi serta penggunaan database Navicat MySQL yang dirasa masih banyak orang yang kurang mengerti tentang software ini untuk tingkat pemula. Sehingga penulis mencoba mengganti database yang ada dengan Microsoft Access. Oleh karena penulis ingin coba mengembangkan pembuatan aplikasi penjualan barang dengan menggunakan Microsoft Access

sebagai databasenya, dengan judul “Aplikasi Penjualan Barang Pada PD Makmur Kertas Jaya Menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0”.

1.2 Batasan Masalah

Pembatasan masalah pada penulisan ilmiah ini hanya membatasi pada

pencatatan transaksi penjualan barang dan pembuatan laporan stock barang.

1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan yang hendak dicapai oleh penulis yaitu :

1. Untuk menggambarkan langkah-langkah dalam pembuatan dan

pengembangan aplikasi mengenai penjualan barang yang nantinya

diharapkan dapat membantu untuk proses pembuatan laporan stock barang

harian jika aplikasi ini sudah diterapkan dan digunakan disuatu toko

ataupun perusahaan.

2. Untuk memperluas wawasan dan pengetahuan penulis dalam pembuatan

aplikasi dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0.

1.4 Metode penelitian

Untuk mendukung penulisan ini penulis mengumpulkan data-data untuk

melengkapi bahan atau materi penyusunan dengan menggunakan studi pustaka

yaitu dengan membaca beberapa buku komputer.

1.5 Sistematika Penulisan

Dalam penulisan ilmiah ini penulis membagi penulisan menjadi 4 (empat)

bab dengan uraian sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini mengemukakan latar belakang masalah, batasan

masalah , tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika

penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini mengemukakan dan menjelaskan landasan teori yang

berhubungan penjualan barang serta teori tentang bahasa

pemprogaman Microsoft Visual Basic 6.0 dan Microsoft

Access 1997 yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini.

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN

Bab ini menguraikan bagaimana penulis membuat suatu

rancangan aplikasi dan bagaimana mewujudkan rancangan

aplikasi tersebut.

BAB IV PENUTUP

Bab ini berisikan kesimpulan dan saran apa saja yang penulis

kemukakan pada bab-bab sebelumnya.



Contoh CV

DAFTAR RIWAYAT HIDUP






Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Kamal Fahri

Tempat,tanggal lahir : Jakarta, 08 Maret 1991

Jenis Kelamin : Laki-laki

Status : Lajang

Kewarganegaraan : Indonesia

Agama : Islam

Pendidikan Terakhir : SMA. Suluh Jakarta

Alamat : Jl. Assakinah Raya No.25 Rt.002 Rw.02 Rawa Bambu

Kelurahan Kebagusan Kecamatan Pasar Minggu

Jakarta Selatan 12520

Telephone : 08999189899

Riwayat Pendidikan :

Tahun 1992-1998 : SDN. 06 Petang Pasar Minggu, Jakarta

Tahun 1998-2001 : SLTP. Bhakti Tugas Pasar Minggu, Jakarta

Tahun 2001-2004 : SMA. Suluh Pasar Minggu, Jakarta



Kamis, 15 Maret 2012

Penalaran Deduktif Dan Induktif

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akat terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan menjadi dua, yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif.
Dalam penalaran proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

Metode dalam menalar

Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.

Metode induktif

Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.

Metode deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Penalaran Induktif

adalah penalaran yang mengambil contoh-contoh khusus yang khas untuk kemudian diambil kesimpulan yang lebih umum. penalaran ini memudahkan untuk memetakan suatu masalah sehingga dapat dipakai dalam masalah lain yang serupa. catatan bagaimana penalaran induktif ini bekerja adalah, meski premis-premis yang diangkat benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, kesimpulannya belum tentu benar. tapi kesimpulan tersebut mempunyai peluang untuk benar.

Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.

Contoh penalaran induktif adalah :

- kerbau punya mata. anjing punya mata. kucing punya mata

- setiap hewan punya mata

penalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. untuk itu penalaran induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik.


CIRI-CIRI PENALARAN INDUKTIF :
• Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
• Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
• Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
• Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
• Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraph
• Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
• Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
• Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama

Penalaran Deduktif

adalah menarik kesimpulan khusus dari premis yang lebih umum. jika premis benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, maka dapat dipastikan hasil kesimpulannya benar. jika penalaran induktif erat kaitannya dengan statistika, maka penalaran deduktif erat dengan matematika khususnya matematika logika dan teori himpunan dan bilangan.

Contoh penalaran deduktif adalah :

- semua hewan punya mata

- anjing termasuk hewan

- anjing punya mata

http://xsaelicia.blogspot.com/2011/10/penalaran-induktif.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

http://monananya.blogspot.com/2010/03/pengertian-penalaran-induktif-penalaran.html

http://christianachen1402.wordpress.com/2011/10/17/penalaran-induktif/

Internet Cepat

Sudah sekitar setengah bulan lebih saya menggunakan layanan internet Fastnet dari Firstmedia, saya mengambil paket yang 768 kbps. Setelah sebelumnya sudah cukup lama menggunakan ADSL dari Telkom Flash 384 kbps. Fastnet adalah layanan Internet Broadband Cable, sehingga coverage area nya tidak seluas ADSL yang menggunakan Telephone Line. Area yang sudah ter-cover sampai saat ini adalah wilayah Jabotabek dan Surabaya.

Fastnet diharapkan dapat menjadi perintis agar Internet di Indonesia dapat menjadi lebih baik, mereka menawarkan paket mulai dari Rp.99.000 / bulan / unlimited. Speed yang ditawarkan beragam mulai dari up to 384 kbps, 512 kbps, 768 kbps, 1500 kbps, sampai up to 3000 kbps. Untuk paket 384 dan 512 kita harus menyediakan cable modem sendiri, dan untuk paket 768 keatas kita akan dipinjamkan modemnya selama kita berlangganan.

Review saya setelah setengah bulan lebih menggunakan layanan ini adalah cukup baik, karena koneksinya cukup stabil dan cepat. Walaupun belakangan ini sempat dirasakan penurunan speed (bisa sampai sekitar 50%), tapi masih bisa ditolerir karena itu juga pada jam-jam tertentu saja dan tidak terlalu lama. Semoga dengan bertambahnya pelanggan tidak menjadikan layanan ini menurun kualitasnya, sehingga layanan ini akan menjadi salah satu pilihan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Hasil terakhir saya melakukan SpeedTest ke server Internasional adalah sebagai berikut :

Untuk direct download masih bisa mendapatkan speed sampai dengan 90 KB/sec ++, dan untuk torrent berkisar diantara 50-90 KB/sec. Semoga kualitas ini masih terus dapat dipertahankan sampai kedepannya..

Seru, Chelsea Depak Napoli Lewat Perpanjangan Waktu


London - Chelsea berhasil membalas kekalahan pada leg pertama atas Napoli. Di Stamford Bridge, Kamis (15/3/2012) dinihari WIB, The Blues memetik kemenangan 4-1 melalui perpanjangan waktu dan berhak masuk perempatfinal.


Di depan pendukungnya sendiri, Chelsea tampil agresif dan sempat unggul 2-0 melalui Didier Drogba dan John Terry. Gol dari Gokhan Ilner dan penalti Frank Lampard membuat laga berkedudukan 3-1 setelah 2 x 45 menit terlalui.

Dengan kedua tim sama kuat dalam agregat 4-4, laga dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Di periode extra time itulah The Blues berhasil mencetak gol penentu kemenangan. Branislav Ivanovic jadi pahlawan tuan rumah dengan gol yang dibuatnya.

Kemenangan ini mengantar Chelsea masuk ke babak delapan besar Liga Champions, dan jadi satu-satunya wakil Inggris di fase tersebut. Ini juga melanjutkan rangkaian kemenangan caretaker Roberto Di Matteo, yang ditunjuk sebagai pengganti Andre Villas-Boas.


http://sport.detik.com/sepakbola/read/2012/03/15/031829/1867710/1033/seru-chelsea-depak-napoli-lewat-perpanjangan-waktu?b99220170